Resolusi Bisnis 2018 : Mau Jadi Reseller?

Bismillah

Tepat tanggal 2 Januari 2018 saya mencoba merealisasikan ide untuk berbagi manfaat dalam bentuk informasi bisnis, dan salah satunya adalah yang anda baca saat ini.

Kenapa harus informasi bisnis?

Karena saya yakin, semua pembaca yang menyempatkan waktunya untuk membaca blog ini memiliki tujuan besar yaitu mewujudkan impiannya di tahun 2018. Untuk mewujudkan impian itu, anda membutuhkan uang sebagai salah satu sarana mencapai tujuan. Tanpa uang, saya rasa akan sulit untuk anda mencapai tujuan.

Nah, untuk mendapatkan uang senilai impian anda tentunya tidak datang dengan sendirinya ke hadapan anda. Kecuali jika anda adalah hamba yang sangat dekat dengan Allah sebagai pencipta dan sangat dicintai dengan amal sholehnya. Orang - orang seperti inilah yang dengan doanya, insha Allah langsung mendapatkan pertolongan Allah.

Bagaimana dengan anda dan saya yang termasuk dalam kategori hamba-Nya, yang harus berikhtiar dan bertawakal dulu untuk mencapai tujuan? Tentunya kita harus melalui sebuah proses, bisa dalam waktu singkat atau lama. Prosesnya pun harus disertai dengan kesungguhan dan berharap akan pertolongan Allah.

Itulah awal pondasi anda dalam mencapai tujuan, dan saya hanya mencoba untuk menyegarkan kembali tentang pemahaman akan pola pikir ini agar anda senantiasa melibatkan Allah dalam upaya mencapai tujuan. Insha Allah upaya anda akan disertai keberkahan dari Allah. Mau kan upaya anda diberkahi Allah?

Pasti MAU donk...

Sekarang saya mencoba untuk bicara masalah uang. Kenapa uang harus menjadi sebuah sarana untuk mencapai tujuan? Jawabannya mudah, nggak pake ribet.

Karena di zaman anda dan saya sekarang ini, uang menjadi alat tukar atau bertransaksi untuk mendapatkan barang dan jasa yang kita butuhkan. Semakin berkualitas barang dan jasa yang kita dapatkan, semakin besar pula nilai uang yang harus ditukarkan. Kalau kita cuma punya uang sedikit, sudah tahu kan kesimpulannya seperti apa?

Nah, salah satu cara untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar adalah dengan jualan. Kenapa bukan cara lain yang lebih nyaman? Bekerja sebagai karyawan mungkin?

Bagi sebagian orang, berjualan memang memiliki konsekuensi meninggalkan zona nyaman. Karena dengan berjualan, kita tidak bisa memastikan besarnya uang yang didapatkan. Bergantung kepada larisnya penjualan yang kita lakukan. Kalau jualannya laris maka uang yang didapatkan dalam jumlah besar, betul?

Jadi, berjualan itu bisa menghasilkan banyak uang ketika banyak orang yang membeli barang dan jasa yang ditawarkan. Mereka tahu kalau anda menjual apa yang mereka butuhkan. Untuk mencapai target penjualan yang besar, seorang penjual harus memiliki strategi berjualan. Apa sih strategi berjualan itu?

"Strategi berjualan itu ya bagaimana caranya agar penjualan produk barang dan jasa yang anda tawarkan dapat mencapai target, kalau bisa melampaui target.", itu kata para praktisi jualan online yang berpengalaman...

Mungkin ada diantara pembaca sekalian yang bertanya, "bagaimana mau jualan, modal dan keterampilan menjual saja tidak punya?"

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah BISA! Anda bisa jualan dalam kondisi yang serba terbatas dengan cara menjadi reseller. Apa itu reseller?
Secara arti reseller sendiri berarti menjual kembali. Artinya jika kita berhasil menjual suatu barang kita akan mendapatkan keuntungan. Pada prinsipnya sama saja kita menjual secara langsung ke konsumen. Jika kita bisa menjual suatu barang tentu kita dapat untung dari selisih harga beli dan jual. (Definisi Reseller, Business Basic)
Di bisnis online maupun offline, sistem pemasaran menggunakan jalur reseller adalah strategi bisnis yang sedang booming. Hal ini dikarenakan kemudahan yang didapatkan oleh reseller dan peningkatan penjualan yang didapatkan oleh pemilik produk. Prinsip saling menguntungkan inilah yang disukai oleh pelaku bisnis saat ini.

Dengan menjadi reseller, anda bisa memilih untuk membeli stok barang atau meneruskan orderan ke pemilik produk yang dikenal dengan istilah dropship. Selain fleksibilitas tersebut, pemilik produk juga memberikan pembinaan tentang pemasaran dan penjualan agar reseller produk mereka sukses mencapai target penjualan.

Beberapa contoh reseller akan saya ulas secara singkat dalam tulisan ini. Untuk ulasan lebih mendalam insha Allah akan diposting tersendiri.

1. Reseller marketplace

Beberapa marketplace yang terbuka menerima banyak merchant seperti Bukalapak dan Tokopedia memberikan keleluasaan untuk membernya yang berjualan dapat saling bekerja sama satu dengan yang lain. Yang distributor atau grosir dapat berperan sebagai supplier, dan agen atau pengecer dapat berperan sebagai reseller dengan sistem dropship.

2. Reseller merek tunggal

Contoh merek tunggal ini antara lain penerbit indie atau mandiri yang didominasi penerbit buku - buku bisnis seperti Ednovate, Billionaire Store, dan Alona Store. Selain penerbit buku, ada juga clothing, makanan dalam kemasan dan jenis produk end user yang menerapkan sistem reseller dalam pemasarannya.

Dua jenis reseller di atas bisa anda ambil sebagai peluang untuk berjualan, yang masing - masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Keputusan ada di tangan anda, dan gunakan pertimbangan passion (gairah) dan kemudahan prosedur menjadi reseller untuk memilih jenis reseller yang cocok untuk anda jalankan.

Pembahasan tentang passion seorang reseller insha Allah akan diposting pada kesempatan berikutnya. Jadi jangan sampai terlewatkan.

Komentar